Bagaimana mengenal diri kita sendiri

Manusia makhluk ciptaan Allah yg paling mulia terdiri dari 3 unsur : Jasad, Jiwa dan Ruh.

– Jasad/fisik adalah yang memiliki bentuk atau wujud atau sosok yang tergambarkan, yang diciptakan dari tanah yang dibentuk menjadi daging, tulang lalu membentuk; badan, kaki, tangan, panca indera dan sebagainya.

– Jiwa (nafs) adalah sesosok mahluk dalam wujud halus alam yang dibentuk dari unsur alam min sulaatin min thiin (ekstrak alam), yang hidup dan memiliki pemahaman, Pikiran, Perasaan, Intuisi, Emosi, dan Akal.

– Roh/ruh adalah suatu Energy yang keluar dari dalam hati kasar atau jantung. Energy ini berjalan ke seluruh bagian urat saraf di dalam tubuh manusia. Unsur ini adalah bagian rahasia Allah, manusia tidak akan bisa menggapainya.

– Sedangkan qolbu adalah sifatnya jiwa yang selalu berubah-ubah (bolak-balik), tidak tetap.

Jiwa terdiri atas beberapa komponen ; Nafsu (syahwat, emosi), Hasrat (keinginan, ego), Aqal, Qolbu, dll.

Indera Jiwa:
Indera Jiwa sering disebut pula sebagai Indera batin. Jiwa juga memiliki indra penglihatan dan pendengaran. Dari situlah syaitan (dan jin) memberikan pengaruhnya ke jiwa, berupa suara-suara dihati kita yang mengajak ke perbuatan negatif.

Qolbu:
Qolbu adalah Jantungnya Jiwa. Qolbulah yang menentukan baik-buruknya Jiwa. Gelap-terangnya Jiwa.

Sesungguhnya Ruh itu selalu mengajak Jiwa ke jalan yang lurus, tetapi setan sangat gigih menyeru peralatan Jiwa agar sesat.
[Firman Allah dalam Al-Qur’an: Setan adalah musuh yang nyata]

Suara-suara di Qolbu (hati)

  • Suara si jiwa sendiri
  • Suara Roh kita
  • Suara makhluk lain

Kebanyakan manusia dalam kehidupan ini hanya memperhatikan kebaikan jasad tubuhnya, anak muda ingin kelihatan tampak & cantik, punya tubuh yg kuat & sehat, orangtua banyak yg tetap berolahraga dan menjaga kesehatan, agar tetap sehat di masa tuanya, tapi lupa utk merawat Jiwa dan Ruh nya.

Kita melakukan medical check up secara berkala utk mengukur kondisi tubuh kita, tapi lupa utk memonitor kondisi jiwa & ruh.

Kita sangat khawatir dg angka2 parameter metabolisme tubuh spt ukuran tekanan darah, kolesterol, asam urat, gula darah dll, namun kita lupa utk memonitor tingkat keimanan, ketakwaan, kekhusyuan, ibadah, sabar, subur, zikir, cinta pada Allah & Rasulnya dll.

Padahal parameter tubuh itu semua suatu saat akan terhenti tak berguna lagi saat ajal kematian, tapi Jiwa dg amalnya akan terus berlanjut sampai ke alam akhirat kelak, Subhanallah.